Kami  menghadiri penyuluhan kanker pada hari Minggu, 9 September 2012 yang dibawakan oleh Bpk. Aminudin dari Lembaga Penyuluhan Kanker Indonesia - LPKI. Dan terasa banyak manfaat yang didapat dari penyuluhan kanker tsb, mendapatkan informasi tambahan yang penting seperti tentang faktor-faktor pemicu kanker dan zat anti kanker - RIP.

Faktor-faktor Pemicu kanker :
  • Keturunan / Genotif
  • Radiasi kimia & fisika
  • Makanan & minuman yang mengandung zat carsinogen (pengawet makanan, pewarna, pemanis, pengenyal, dan penyedap rasa)
  • Cara mengolah dan menyimpan makanan yang salah
Zat Anti Kanker - RIP (Ribosome in Active Protein) yang bermanfaat :
  • Mampu me-non-aktifkan perkembangan sel kanker.
  • Memblokir pertumbuhan sel kanker.
  • mematikan sel kanker tanpa merusak jaringan sel normal sekitarnya.
  • Anti Lipid peroksidasi yang mampu mengobati : darah tinggi, asam urat, penyakit jantung koroner, diabetes.
  • Curcumin (Anti inflamasi), yang mampu mengobati : radang hidung/polip, radang tenggorokan, amandel, asam lambung/maag, nyeri haid, keputihan, dan ambeien/wasir.
Juice Mengkudu
RIP = 49%
Temu Putih
RIP = 89%

Bawang putih tunggal - RIP = 40% .
Ternyata dari hasil penelitan di Universitas Padjadjaran - Bandung,   didapatkan bahwa temu putih mengandung Zat Anti Kanker - RIP yang tinggi yaitu 89%. Terima kasih Tuhan, betapa kayanya Indonesia  yang memiliki tumbuhan yang bisa jmencegah dan  menyembuhkan penyakit yang berbahaya yang mematikan yaitu kanker.
Oh, ya, ....ada dijual ekstrak temu putih - 90 kapsul. Harga normalnya Rp. 200.000. Bila memesan pada saat itu mendapat diskon 40%, sehingga hrganya menjadi Rp. 120.000.

Tumbuh-tumbuhan anti kanker lain : daun sirsak, kulit manggis, propolis. 
Dan kita patut bersyukur juga, ketiga tanaman ini juga banyak di Indonesia.

Semoga Indonesia bisa memanfaatkan tumbuhan-tumbuhan yang sangat berharga ini. 

 
 
Picture
Prostat adalah kelenjar yang terdapat di bawah kandung kemih pria. Fungsi utama prostat adalah memproduksi cairan yang melindungi dan menyalurkan sperma.

Prostat seringkali membesar secara bertahap setelah usia 50 tahun. Pada usia 70 tahun, 80% pria memiliki prostat yang membesar. Banyak pria lansia yang mengalami masalah buang air kecil karena pembesaran prostat (non-kanker). Pada beberapa pria, pembesaran ini diikuti oleh tumbuhnya kanker.

Kanker prostat terjadi ketika sel-sel prostat tumbuh lebih cepat daripada kondisi normal sehingga membentuk benjolan atau tumor yang memiliki keganasan. Kanker ini paling umum pada pria, terutama mereka yang berusia di atas 65 tahun.

Penyebab kanker prostat tidak diketahui, seperti halnya kanker lain. Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker tersebut:

  • Usia. Kebanyakan kasus terjadi pada pria usia lanjut.
  • Riwayat keluarga dan faktor keturunan. Bila ayah atau abang Anda terkena kanker prostat pada usia relatif muda (di bawah 60), risiko Anda lebih tinggi. Juga bila saudara perempuan Anda terkenakanker payudara.
  • Suku bangsa. Pria Asia memiliki risiko lebih rendah dibandingkan pria kulit hitam atau kulit putih.
  • Paparan logam cadmium
Gejala pertumbuhan kanker prostat seringkali sangat lambat, bisa tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun. Dengan semakin membesarnya kanker, keluhan mulai muncul karena desakan pada uretra menimbulkan iritasi atau menyumbat aliran air seni. Gejala yang timbul antara lain:

  • Air seni tidak lancar. Aliran urin lemah dan butuh waktu lebih lama untuk menuntaskan kencing.
  • Penundaan. Anda mungkin harus menunggu beberapa saat di toilet sampai air seni mulai mengalir.
  • Tetesan. Sedikit air seni mungkin menetes dan menodai celana dalam Anda tidak lama setelah Anda selesai kencing di toilet.
  • Frekuensi. Anda lebih sering kencing daripada biasanya.
  • Urgensi. Anda merasa sangat ‘kebelet’ kencing tiba-tiba.
  • Kurang tuntas. Anda merasa kencing Anda tidak betul-betul tuntas.
Catatan: semua gejala di atas banyak dirasakan pria lansia. Kebanyakan mereka yang merasakannya hanya terkena pembesaran prostat non-kanker. Sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk memastikannya.

  • Gejala lain seperti sakit di pangkal penis atau air seni berdarah hanya terjadi pada kanker prostat stadium lanjut.

Diagnosis
Bila dokter mencurigai Anda terkena kanker prostat, dia akan melakukan beberapa hal berikut:

  • Perabaan melalui anus (digital rectal examination). Dengan mengenakan sarung tangan, dokter akan memasukkan jarinya ke lubang anus untuk meraba bagian belakang kelenjar prostat. Bila dirasakan ada pembesaran atau pengerasan, tes lain akan dilakukan untuk mendiagnosis lebih lanjut.
  • Tes darah. Tes darah diperlukan untuk mengukur antigen khusus prostat (PSA). PSA adalah protein yang diproduksi baik oleh sel prostat normal maupun kanker. Semakin tua, semakin banyak PSA yang kita produksi. Meskipun tidak konklusif, kandungan PSA tinggi dapat mengindikasikan Anda terkena kanker. Pada tahap pengobatan, penurunan kadar PSA menandakan efektivitas terapi yang dijalankan.
  • Tes PCA3. Adanya kadar PCA3 yang lebih tinggi di urin menunjukkan kehadiran kanker prostat. Tes ini lebih akurat dibandingkan tes darah (PSA), tetapi tidak semua fasilitas medis menyediakannya.
  • Biopsi. Biopsi adalah pengambilan sedikit sampel jaringan tubuh untuk diperiksa di bawah mikroskop. Biopsi mungkin harus dilakukan untuk memastikan diagnosis kanker prostat dengan menggunakan jarum yang dimasukkan ke lubang anus Anda. Beberapa sampel biasanya diambil pada bagian-bagian yang berbeda dari prostat.
  • CT scan, MRI scan dan pemeriksaan penunjang lain mungkin diperlukan untuk mengetahui lebih lanjut tingkat penyebaran kanker.
Stadium Kanker ProstatPada tahap awal kanker prostat masih terlokalisasi, namun pada tingkat lanjut dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh seperti tulang dan nodus limfa di selangkangan. Stadium kanker prostat ditentukan oleh seberapa jauh tingkat penyebarannya.

Stadium kanker prostat menggunakan sistem TNM, T=tumor, N=nodus, M=metastase:

  • T1 = tumor hanya ada di dalam prostat, belum dapat dirasakan melalui perabaan lewat anus.
  • T2 = tumor masih di dalam prostat, sudah dapat dirasakan melalui perabaan.
  • T3 = tumor sudah menyebar ke jaringan sekitarnya seperti kelenjar seminal vesicle yang memproduksi semen
  • T4 = tumor telah menyebar ke tulang atau nodus limfa
  • N1-3 berarti kanker telah menyebar ke nodus/kelenjar limfa. N0 berarti belum menyebar ke nodus.
  • M diikuti 1a, b atau c menunjukkan kanker telah menyebar ke tulang atau organ tubuh lain.

 
 
PSE dan WKRI Cabang St. Servatius bekerja sama dengan Lembaga Penanggulangan Kanker Indonesia mengadakan penyuluhan pencegahan kanker serviks, payudara dan prostat pada hari Minggu, 9 September 2012 jam 10.00 di Aula Paroki.

Picture
Kanker payudara adalah kanker yang dimulai pada payudara, biasanya di lapisan dalam saluran susu atau lobulus. Ada berbagai jenis kanker payudara, dengan tahapan yang berbeda (menyebar), agresivitas, dan makeup genetik.

Elektron mikrograf sel kanker payudara tunggal.
Bertahan hidup sangat bervariasi tergantung pada faktor-faktor; dengan pengobatan terbaik, 10-tahun kelangsungan hidup bebas penyakit bervariasi dari 98% sampai 10%. Perawatan termasuk operasi, obat (terapi hormon dan kemoterapi), dan radiasi.

Di seluruh dunia, kanker payudara adalah jenis yang paling umum kedua kanker setelah kanker paru-paru (10,4% dari seluruh kejadian kanker, kedua jenis kelamin dihitung) dan penyebab kelima yang paling umum kematian kanker. Pada tahun 2004, kanker payudara mengakibatkan 519.000 kematian di seluruh dunia (7% dari kematian akibat kanker; hampir 1% dari seluruh penyebab kematian).



Picture
Gambar ini menunjukkan lobus dan saluran di dalam payudara. Hal ini juga menunjukkan kelenjar getah bening dekat payudara.
Beberapa kanker payudara memerlukan hormon estrogen dan progesteron untuk tumbuh, dan memiliki reseptor bagi mereka hormon. Kanker yang diobati dengan obat yang mengganggu hormon-hormon, biasanya tamoxifen, dan dengan obat yang mematikan produksi estrogen di indung telur atau di tempat lain. Ini dapat merusak indung telur dan kesuburan berakhir. Berisiko rendah, hormon-sensitif kanker payudara dapat diobati dengan terapi hormon dan radiasi saja.

Kanker payudara tanpa reseptor hormon, atau yang telah menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak, atau yang mengekspresikan karakteristik genetik tertentu, lebih tinggi berisiko, dan diperlakukan lebih agresif.

Satu rejimen standar, populer di AS, ditambah cycophosphamide doksorubisin (Adriomycin), dikenal sebagai CA, ini obat kerusakan DNA dalam kanker, tetapi juga dalam cepat tumbuh sel-sel normal dimana mereka menyebabkan efek samping yang serius.

Kadang-kadang obat taxane, seperti docetaxel, ditambahkan, dan rezim ini kemudian dikenal sebagai CAT; serangan taxane mikrotubulus dalam sel kanker.

Pengobatan setara, populer di Eropa, adalah cyclophosphamide, methotrexate, dan fluorouracil (CMF). Antibodi monoklonal, seperti trastuzumab, yang digunakan untuk sel kanker yang memiliki mutasi HER2.

Radiasi biasanya ditambahkan  untuk mengontrol sel-sel kanker yang tidak dpt diatasi dengan operasi, yang biasanya memperpanjang kelangsungan hidup, meskipun dapat menimbulkan radiasi ke jantung yang dapat menyebabkan kerusakan dan gagal jantung pada tahun-tahun berikutnya.


 
 

Picture
Kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling banyak mematikan nomor tiga di dunia. Bahkan di Indonesia saja, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena kanker ini. Kanker servik disebut juga "silent killer" karena perkembangan kanker ini sangat sulit dideteksi. Perjalanan dari infeksi virus menjadi kanker membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 10-20 tahunProses ini seringkali tidak disadari hingga kemudian sampai pada tahap pra-kanker tanpa gejala. Oleh karena itu pengertian kanker serviks mutlak dipahami oleh kaum wanita di Indonesia.

Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV atau virus papiloma manusia). Sekitar 70% kejadian kanker serviks merupakan akibat dari HPV 16 dan HPV 18. Awalnya sel kanker berkembang dari serviks / mulut rahim yang letaknya berada di bawah rahim dan di atas vagina. Oleh sebab itu kanker serviks disebut juga kanker leher rahim atau kanker mulut rahim. Di mulut rahim ada dua jenis sel, yaitu sel kolumnar dan sel skuamus. Sel skuamus ini sangat berperan dalam perkembangan kanker serviks. 

Lihat gambar di bawah untuk mendapat gambaran tentang stadium kanker serviks:

Picture
Kanker serviks dapat terjadi jika infeksi HPV tidak sembuh dalam waktu yang lama. Apalagi dengan sistem imun atau kekebalan tubuh yang rendah, infeksi akan mengganas dan menyebabkan sel kanker. Virus ini dapat menyebar melalui sentuhan: misalnya, ada virus HPV di tangan Anda, lalu Anda menyentuh daerah genital, maka daerah serviks Anda dapat terinfeksi. Atau bisa juga dari kloset di WC umum yang sudah terkontaminasi virus (jadi sebelum duduk, Anda harus selalu membersihkan dengan alkohol). Selain itu, ada sejumlah faktor risiko atau penyebab kanker serviks:

  • Wanita berusia di atas 40 tahun lebih rentan terkena kanker serviks. Semakin tua maka semakin tinggi risiko.
  • Faktor genetik tidak terlalu berperan dalam terjadinya kanker serviks. Namun hal ini bukan berarti jika keluarga Anda bebas kanker serviks maka Anda tidak akan terkena! Anda harus tetap berhati-hati dan melakukan tindakan pencegahan.
  • Hubungan seksual di usia yang terlalu muda, berganti-ganti partner seks, atau berhubungan seks dengan pria yang sering berganti pasangan. Virus HPV dapat menular melalui hubungan seksual. Seandainya seorang pria berhubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker servik, kemudian pria tersebut berhubungan sex dengan Anda, maka virus HPV dapat menular dan menginfeksi Anda.
  • Memiliki terlalu banyak anak (lebih dari 5 anak). Pada saat Anda melahirkan secara alami, janin akan melewati serviks dan menimbulkan trauma pada serviks, yang dapat memicu aktifnya sel kanker. Semakin sering janin melewati serviks, semakin sering trauma terjadi, semakin tinggi resiko kanker serviks.
  • Keputihan yang berlangsung terus-menerus dan tidak diobati. Ada dua macam keputihan, yaitu normal dan tidak normal. Pada keputihan yang normal, lendir berwarna bening, tidak bau dan tidak gatal. Jika salah satu dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi, artinya keputihan Anda tidak normal. Segera konsultasi dengan dokter!
  • Membasuh atau membersihkan genital dengan air yang tidak bersih, misalnya air sungai atau air di toilet umum yang tidak terawat. Air yang kotor banyak mengandung kuman dan bakteri.
  • Pemakaian pembalut wanita yang mengandung bahan dioksin (bahan pemutih yang dipakai untuk memutihkan pembalut hasil daur ulang dari barang bekas).
  • Daya tahan tubuh yang lemah, kurangnya konsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat. Kebiasaan merokok juga menambah risiko kanker serviks.

 

    Sarasehan Kanker

    Minggu, 9 September 2012 jam 10 pagi di Aula Paroki St. Servatius.

    Archives

    September 2012

    Categories

    All